Kepergian Persi - 17 Februari 2017
Sabtu, Maret 11, 2017
Februari berduka.
Hal yang paling gw takuti, terjadi kembali.
5 tahun yang lalu tepatnya 13 September 2012, gw harus mengikhlaskan kepergian Mozzi (Persia himalayan jantan anak pertama Persi) karena sakit yang dideritanya yaitu Feline lower urinary tract disease (FLUTD). Dan kemarin tanggal 17 Februari lalu merupakan hari tersedih gw, dimana gw harus kembali mengikhlaskan peliharaan tersayang yang sudah menemani gw sekitar 9 Tahun. yups. P E R S I (Induk Jantan Mozzi).
Selama 9 Tahun merawat persi, selalu terlihat sehat dan aktif. terbukti sudah tidak terhitung anakan persia yang sudah dihasilkan dari perkawinan Persi dengan 2 betina dirumah (Seci & Cemong).
Memang selama 1 tahun terkahir persi sudah tidak dirawat di dalam rumah. Melainkan ia ditaruh dikandang dan dilepas di halaman rumah kakak gw yang rumahnya gak jauh dari rumah gw. Dengan maksud di hari tuanya ia lebih bebas menikmati udara segar yang ada diluar rumah. Dan selama ditaruh diluar dia malah terlihat semakin gemuk dan aktif. tapi disatu sisi gw hanya sesekali memperhatikan persi, karena kesibukan aktivitas dan tak sempat menongok keadaannya di kandang. Tapi, setiap weekend pasti gw ngunjungin dia untuk ngasih makan sendiri dan ngajak dia main.
Foto persi saat masih muda, sekitar tahun 2009 / 2010 |
Foto persi saat masih muda, sekitar tahun 2009 / 2010 |
Bulan Januari lalu, saat gw mengunjungi dia, gw baru sadar ada hal yang aneh sama Persi. apa yang pernah dialami Mozzi kini terjadi pada Persi. dia kesulitas untuk pipis. Asli disitu gw langsung panik. Gw langsung ganti pakannya dengan Royal Canin focus Urinary dan membeli obat khusus untuk kucing yang sulit untuk pipis. Namun karena aktivitas yang harus gw kerjain, gw hanya bisa menitipkan kepada orang rumah untuk rutin memberikan obat kepada Persi.
Mau mencoba bawa ke dokter hewan, tapi Ibu gw berkata lain. "Persi sudah cukup tua, jika jalannya nanti harus pergi, ikhlaskan". Jadi gw hanya berharap pada Pakan & Obat khusus yang diberikan.
Saat itu persi masih sangat aktif dan berisik. tapi yang sudah gw ketahui dari jenis penyakit ini, ketika tidak diselamatkan sejak dini, akan ada saat dimana kucing mengalami masa kritis dan berpotensi kematian dalam waktu dalam waktu 24-48 Jam.
Nyatanya, Pakan dan Obat Khusus tersebut tak dapat menolong persi. Hingga di tanggal 17 Februari kemarin saat Ibu ingin memberi makan sore, Persi sudah pergi. ☹☹☹
Mencoba untuk tidak menangis dan menerima kenyataan, namun gw gak sanggup. gw nangis senangis-nangisnya. Karena gw belum siap harus kehilangan Kucing Jantan terbaik gw. Tapi bagaimapun, gw harus ikhlas. karena apapun yang ada di dunia ini tak ada yang abadi.
Kini persi sudah beristirahat tenang, dan aku memilih untuk dikuburkan di halaman rumah kakakku. |
Selamat Jalan Persi, terimakasih sudah menjadi teman terbaik selama 9 Tahun. titipkan salamku pada Mozzi di surga. Semoga Seci dan Mozzi bisa tetap sehat dan terawat dengan baik seterusnya. aaaamiiiinnn
0 komentar